DERU ANGIN BULAN SEPTEMBER

Mengantar surat terakhirmu
dengan lampiran rindu di tepiannya
juga duka di kusam lembarannya
Ada lara lekat disana
juga api asmara yang menyala sia-sia

“Seperti langit berselimut bianglala,
dimana segala warna dan rupa,
berpadu menaungi
setiap desir cinta yang berpendar
lembut dari hati,” katamu perih
Aku tersenyum getir dan kembali
membayangkan
ketika badai itu datang
menghempaskan segala impian,
kenangan
dan larik bianglala
yang telah kau bayangkan
menyelimuti langit
akan membuatmu tersesat
menemukan jalan pulang
dan mendapatiku kembali dibalik
pekat kabut

“Aku percaya,” tulismu,”bila badai
ini usai, pelangi
akan datang kembali menyelimuti
langit
tempat semua impian kita
bersemayam sepanjang musim
dan kangen itu kita semai diam-
diam, sejak dulu”
Seketika kata-katamu menjelma
kupu-kupu
terbang mencabik angkasa
menepis sepi yang telah kau
guratkan
dengan jemari gemetar dan rintik
airmata
diatas lembar suratmu

“Seperti langit berselimut bianglala
” aku menggumam pelan,
“dimana noktah-noktah asa
mengapung tanpa daya
dan membiarkan dirinya melayang
hingga batas cakrawala
bersama redup cahaya matamu dan
debar jantungku
yang kerap mengharap perjumpaan
meski sekilas
disela kepahitan dan putus asa
antara ada dan tiada

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OM SERA LIVE YONKAV AMBARAWA 2015

SAYANG VERSI INDO VIA VALLEN SERA FUNKOT REMIX 2015