ADALAH ASMARAMU
Ada yang tak bisa kumaknai
aksaramu yang meruntuhkan
tembok kebekuan
menimbul tenggelamkan aku pada
dimensi rasa
sebagian terperangkap dalam lautan
sajak keraguan
entahlah, tatapanmu yang menyorot
tajam bak belati merajam sukmaku
Lalu kau sebut apa penantian
berkepanjangan
meniti pada setapak usang yang
kemarau
rengkah oleh jilatan bara mentari
mengering terbiar terbang bak
debu-debu jalanan
kau masih bertahan mengaduk-
aduk langit imajiku
Andai satu masa nanti
kelelahan membakar rasaku
masihkah kau bersikukuh
memegang rindumu?
membiarkan embun sirna tanpa
mengecup daun
angin berleha menebar kuncup
setaman dan puas membiarkan layu
tanpa sempat mekar mengakar
Tak mampu kumaknai isyarat rasa
yang jelas, kau tetap jantung puisi
dari rangkaian aksaraku yang sepi
Komentar
Posting Komentar