AKHIRNYA KAU MEMILIH DIAM
Ku simbak malam berbalut
kelam,,
Saat bayang tak mampu ku
genggam,
Saat penantian hanya bungkam...
"AKHIRNYA KAU MEMILIH DIAM"
Pesat saut kilat membelah lautan
Membentang tajam memilah lahan
Gelegar guntur membelah bumi
Terang sembunyi awan berselimut
sunyi...
Saat ku teriakan alam
menghempas karang menghadang
ladang..
Tak ada nyayian..
Tak ada selebat riuh yang datang..
Hanya gemuruh bayang
mengerang kesakitan...
Chinta..
Genap sudah luka ini menyelimuti
tawa
Usai sudah cinta memelintasi
dusta..
Sekeping jiwa telah terbakar bara
Tinggalah api nada terhambur
puing-puing cerita waktu kita
bersama..
Kau tinggalkan penantian yg
panjang ini
Hanya untuk kau abaikan lalu
kau tinggal pergi....
Masih jelas di telinga
Kala canda tawa mu ternaung
mengema saat senyum mu tumpah
di pelupuk mata..
Masih terasa membahana lembut
suara mu pun melekat menari-
nari di ujung menara..
Langit yang pancarkan cahaya
kian lama kian redup tertutup
senja..
Sering ku lukis wajah mu penuh
warna walau kuas yg ku tempa
penuh derita..
Tapi semua telah tiada..
Bermimpi indah untuk
kebahagiaan yg tak pernah nyata
Menggegam kasih sayang yg
hampa..
Penantiaan yg selama ini ku ikat
dengan tali setia akhirnya telah
sirna..
Ku tahu,kau diam hanya untuk
memberikan kebebasan,
Tapi Untuk apa sebuah kebebasan
Jika hati masih terikat tali
kesetiaan..
Untuk apa kebebasan jika rasa ku
hanya menjadi bahan cobaan...
Achhhhhh,,,bilang aja jika km
ingin pergi dari kehidupan ku..
Ngomong aja jika km mempunyai
cinta yg lain,
Cinta yg lebih segala dari ku...
Akan ku terima apa pun
keputusan mu..
Jika kamu benar-benar ingin
lenyap dari kehidupan ku..
Silahkan..!
Walau pun jauh dari lubuk hati
ku aku masih ingin bersama mu..
Masih ingin memilin hati untuk
mu..
Memeluk mu menjalin
membangun hidup dengan mu..
Tapi kau tak pernah mengerti arti
menanti..
Kau tak pernah memahami
mengali arti isinya hati..
Kau hanya bisa tertawa saat kau
puas mempermainkan ku...
Achhh,,,tapi ya sudahlah..
Kini serumpun gerak langkah
kaki pun mulai melemah
Seiring denyut jantung kian lama
kian terengah..
Percuma ku menunggu mu Jika
aku bukanlah pilihan hati mu...
Percuma aku mengadu jika kau
tertawa di atas derita ku...
Mengertilah...
Ku coba untuk bertahan hanya
untuk mendengar suara mu..
Tapi semua dah jelas,kau memilih
diam dari pada aku..
Sekarang ku dah benar-benar
pasrah..
Selain membalut luka ku disela-
selanya jantung memompa ku..
Memungut satu persatu organ
jiwa yg tercecer oleh mu..
Berjalan sendiri di balik awan
kelabu tampa mu menemani ku...
Seandainya waktu bisa ku putar
kembali..
Ku ingin menemui mu Menatap
wajah mu&merebahkan kepala ku
di bahu mu..
Menjaga mu&melindung mu
hingga tak ada seorang pun yg
berani menyentuh mu..
Tapi apa daya semua dah
berlalu..
Kau diam,ku pun lelah tak mampu
ku pandang
Semua terasa gelap yg
menghadang..
Kini saatnya ku beristirahat
panjang berhenti dari penantian
setelah kasih&sayang ku
terbuang..
Terima kasih chinta,
Atas kepercayaan yg dulu pernah
kau berikan pada ku...
Jangan ada air mata..
Jangan ada dusta di antara kita..
JIKA AKHIRNYA KAU MEMILIH
DIAM...
Jangan pernah ada kata menyesal
mengenal ku..
Karena semua ini udah menjadi
keputusan mu..
Ma'fkanlah ku..
Ku gak bisa membahagiakan mu..
Aku telah gagal membuat
mahligai rumah tangga yg kita
impikan..
Ku akan berhenti dari retetan
penantian ini
Dan mencoba mencari cinta lain,
Cinta yg benar-benar mengerti
arti cinta sejati..
Komentar
Posting Komentar